Andai ini Ramadhan yang terakhir…

Posted: August 20, 2010 in sharing.is.caring
Tags: , , ,

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu
mendayu..merayu. ..kepada- NYA Tuhan yang satu


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu
sholat yang dikerjakan.. .sungguh khusyuk lagi tawadhu’
tubuh dan qalbu…bersatu memperhamba diri
menghadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji
“innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin”
[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku…
kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu
setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja
di setiap kesempatan juga masa yang terluang
alunan Al-Quran bakal kau dendang…bakal kau syairkan


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu malammu engkau sibukkan dengan
bertarawih.. .berqiamullail. ..bertahajjud. ..
mengadu…merintih. ..meminta belas kasih


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
mari kita meriahkan Ramadhan
kita buru…kita cari…suatu malam idaman
yang lebih baik dari seribu bulan


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir
mempersiap diri…rohani dan jasmani
menanti-nanti jemputan Izrail
di kiri dan kanan …lorong-lorong redha Ar-Rahman


Duhai Ilahi….
andai ini Ramadhan terakhir buat kami
jadikanlah ia Ramadhan paling berarti..paling berseri…
menerangi kegelapan hati kami
menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayangMu Ya Ilahi
semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti


Namun teman…
tak akan ada manusia yang bakal mengetahui
apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya
yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah
berusaha…bersedia …meminta belas-NYA

***********************

Sajak ini ana perolehi daripada forward message. Sungguh bagus karangannya, dan inshaAllah demikian juga penghayatannya. Namun yang demikian, kata-kata dirangkap ke-dua sajak berkenaan yang berbunyi, alquran…bakal kau syairkan ..” kedengaran agak tidak tepat kerana hakikatnya al-Quran bukanlah syair. Bahkan pembacaannya juga bukan sekdara untuk disyairkan atau ditarannumkan.. sebaliknya untuk dijiwai, dihayati, diselami dan yang paling penting diamalkan isi kandungannya. Wallahu a’lam.

Namun, secara keseluruhan ana menyukai sajak ini. Tahniah kepada yg menukilkannya. Sama-samalah kita melalui bulan Ramadhan kali ini dengan lebih baik dna mudah-mudahan keberkahannya Allah kurniakan buat kita semua. AMeen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s